Selasa, 22 Januari 2013

Pembinaan Dan Pengembangan Generasi Muda



    Pemuda jaman sekarang beraneka ragam sifat yang ada mereka masih memerlukan pengembangan dan tentunya pembinaan dari orang-orang terdekat.Karna sifat para pemuda masih labil.Pembinaan dan pengembangan generasi muda telah ditingkatkan melalui berbagai usaha yang diarahkan untuk memberikan bekal yang diperlukan, guna mempersiapkan generasi muda sebagai generasi penerus perjuangan bangsa dan pembangunan nasional. Berbagai usaha itu dilakukan pula dengan lebih memadukan koordinasi pengembangan dan partisipasi generasi muda di berbagai bidang pembangunan. Pengembangan generasi muda di perguruan tinggi terutama ditujukan kepada peningkatan kesejahteraan, pengembangan dan minat.  


      Pola dasar pembinaan dan pembangunan generasi muda ditetapkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dalam Keputusan Menteri Pendidkan dan Kebudayaan nomor : 0323/U/1978 tanggal 28 oktober 1978. Tujuannya agar semua pihak yang turut serta dan berkepentingan dalam poenanganannya benar-benar menggunakannya sebagai pedoman sehingga pelaksanaanya dapat terarah, menyeluruh dan terpadu serta dapat mencapai sasaran dan tujuan yang dimaiksud.:

Pola dasar pembinaan dan pengembangan generasi muda disusun berlandaskan :


1. Landasan Idiil : Pancasila


2. Landasan Konstitusional : Undang-undang dasar 1945


3. Landasan Strategi : Garis-garis Besar Haluan Negara


4. Landasan Histories : Sumpah Pemuda dan Proklamasi


5. Landasan Normatif : Tata nilai ditengah masyarakat.


      Motivasi asas pembinaan dan pengembangan generasi muda bertumpu pada strategi pencapaian tujuan nasional, seperti disebutkan dalam pembukaan UUD 1945 alinia IV.


      Dalam hal ini, pembinaan dan pengembangan generasi muda haruslah menanamkan motivasi kepekaan terhadap masa datang sebagai bagian mutlak masa kini. Kepekaan terhadap masa datang membutuhkan pula kepekaan terhadap situasi-situasi lingkungan untuk merelevansikan partisipannya dalam setiap kegiatan bangsa dan negara. Untuk itu, kualitas kesejahteraan yang membawa nilai-nilai dasar bangsa merupakan faktor penentu yang mewarnai pembinaan generasi muda dan bangsa dalam memasuki masa datang.


Tanpa ikut sertanya generasi muda, tujuan pembangunan ini sulit tercapai. Hal ini bukan saja karena pemuda merupakan lapisan masyarakat yang cukup besar, tetapi tanpa kegairahan dan kreativitas mereka, pembangunan jangka panjang dapat kehilangan keseimbangannya.


Apabila pemuda masa sekarang terpisah dari persoalan masyarakatnya, sulit terwujud pemimpin masa datang yang dapat memimpin bangsanya sendiri.


Dalam hal ini, pembinaan dan pengembangan generasi muda menyangkut dua pengertian pokok, yaitu :


1. Generasi muda sebagai subjek pembinaan dan pengembangan adalah mereka yang telah memiliki bekal dan kemampuan serta landasan untuk mandiri dan ketrlibatannya pun secara fungsional bersama potensi lainnya guna menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapi bangsa.


2. Generasi muda sebagai objek pembinaan dan pengembangan adalah mereka yang masih memerlukan pembinaan dan pengembangan kea rah pertumbuhan potensi dan kemampuan ketingkat yang optimal dan belum dapat bersikap mandiri yang melibatkan secara fungsional.


Jadi intinya kita sebagai Generasi muda harus bisa bermamfaat dan berguna bagi orang lain dan negara Indonesia


sumber:http://cahayapenerangdunia.blogspot.com/2011/07/pembinaan-dan-pengembangan-generasi.htm




Senin, 05 November 2012

Fungsi Keluarga



Keluarga berasal dari bahasa Sansekerta "kulawarga". Kata kula berarti "ras" dan warga yang berarti "anggota".Keluarga adalah unit terkecil dari masyarakat yang terdiri atas kepala keluarga dan beberapa orang  yang terkumpul dan tinggal dibawah satu atap dengan saling ketergantungan antara satu dengan yang lainnya.Semua anggota keluarga mempunyai tugas dan peranannya masing-masing. Ayah sebagai kepala keluarga, seorang yang bertugas mencari nafkah, serta melindungi anak dan istrinya.Ibu berperan dalam mengurus rumah tangga, serta mengasuh dan mendidik anak-anaknya dan bisa juga mencari nafkah tambahan bagi keluarga.Sedangkan anak bertugas untuk berbakti dan menghormati kedua orangtua.
Dalam pembahasan ini terdapat beberapa fungsi yang dijalankan keluarga agar senantiasa menjadi keluarga yang sakinah mawaddah warrohmah atau harmonis:

Fungsi pendidikan.Dalam hal ini orangtualah yang bertanggung jawab penuh atas pendidikan anak-anaknya, mereka bertugas untuk menyekolahkan anak-anak mereka hingga setinggi-tingginya,agar mereka bisa menjadi anak yang berguna bagi nusa,bangsa dan negara.

Fungsi perlindungan.Semua anggota keluarga harus saling melindungi antara satu sama lain agar tercipta rasa aman dan tentram karena keluarlga adalah tempat yang paling aman untuk berlindung.

Fungsi ekonomi. hal ini adalah tugas  seorang kepala keluarga yaitu ayah. dia bertugas untuk mencari nafkah untuk memenuhi segala kebutuhan anak dan istrinya,tetapi di zaman sekarang ini tak jarang pulang seorang ibu ikut berperan mencari nafkah tambahan.

Fungsi religius. Orangtua dianjurkan untuk memberikan pengetahuan tentang agama kepada anak-anak mereka sejak masih kecil.Ilmu agama nantinya akan menjadi bekal mereka dikemudian hari karena tidak selamanya manusia hidup didunia dan dengan ilmu agama mereka akan menjadi insan yang lebih baik.

Fungsi biologis. Ini adalah fungsi dalam melahirkan generasi penerus atau keturunan, dimana nantinya mereka akan mewarisi dan menjaga budaya dalam keluarga agar tidak hilang.

Fungsi rekreatif. dalam sebuah keluarga diperlukan adanya waktu kebersamaan misalnya, acara menonton tv bersama dengan perbincangan antar individu.



Semua fungsi-fungsi diatas apabila tercipta dalam sebuah keluarga dan dijalankan dengan baik akan menciptakan keluarga yang sakinah mawaddah warrohmah yang akan menuntun menuju kebahagiaan dunia dan akhirat.Maka dari itu mari kita saling merenung dan memperbaiki fungsi dalam keluarga sehingga kita dapat menuju kepada kebahagiaan yang abadi.

Minggu, 04 November 2012

Kebudayaan Islam dan Hindu,Budha



Kebudayan Islam

Pada abad ke-15 dan ke-16, agama islam telah dikembangkan di indonesia, oleh para pemuka-pemuka islam yang disebut wali sanga. Titik sentral penyebaran agama islam saat itu berada di pulau jawa. Tetapi, sebenarnya agama islam telah masuk ke dalam pulau jawa pada abad ke-11 dengan bukti adanya wanita islam yang meninggal dan dimakamkan di Kota Gresik.Masuknya agama Islam ke Indonesia, khususnya ke dalam pulau jawa berlangsung secara damai. Karena islam masuk ke Indonesia tanpa unsur paksaan, melainkan dengan cara baik-baik.

Agama Islam berkembang pesat di Indonesia dan menjadi agama yang mendapat penganut sebagian besar penduduk Indonesia. Dan hal ini menyebabkan kebudayaan Islam mempunyai peranan besar dalam perkembangan kebudayaan dan kepribadian bangsa Indonesia.

Kebudayan Hindu dan Budha 

Pada awal abad ke-3 dan ke-4 masehi, agama Hindu masuk ke indonesia khususnya ke pulau jawa. Perpaduan antara kebudayaan setempat dengan kebudayaan Hindu yang berasal dari India berlangsung dengan mantap. Sekitar abad ke-5, ajaran Budha atau budhisme masuk ke wilayah Indonesia, khususnya ke dalam pulau jawa. Agama/ajaran budha dapat dikatakan berpandangan lebih maju dari pada hinduisme, sebab dalam ajaran budhisme tidak mengenal adanya kasta-kasta dalam kehidupan masyarakat.
Walaupun demikian,kedua agama tersebut tumbuh dan berkembang berdampingan secara damai di Indonesia, Khususnya di dalam pulau jawa. Kedua penganut agama tersebut melahirkan karya budaya yang sangat bernilai tinggi dalam seni bangunan atau arsitektur, seni pahat,seni ukir, dan seni sastra. Salah satu contohnya adalah bangunan dan relief-relief yang di abadikan di dalamcandi-candi di Indonesia,khususnya pulau jawa.